Kamis, 10 Maret 2011

FENOMENA DI DALAM KETERKAITAN SISTEM KOMPUTER & ILMU BUDAYA

Dalam dunia modernisasi,ada dua hal yang sangat penting untuk kita mengetahuinya.Pertama adalah apa yang membuat dunia itu menjadi modernisasi dan kedua adalah hal apa yang mendukung dunia tersebut untuk di modernisasi kan.Dalam pembicaraan kita kali ini,kita akan sedikit membahas Fenomena apa yang telah terjadi pada Modernisasi ini dan Budaya apa yang tercantum dalam hal – hal pemodernisasian tersebut. Baiklah sebelum mencakup dalam fenomena tersebut marilah kita membahas kembali tentang apa itu Sistem Komputer dan Ilmu Budaya.
SISTEM
Sistem menurut bahasa iyalah segala sesuatu yang terjaring dalam suatu perangkat unsur yang saling berkaitan dan membentuk suatu loyalitas. Itulah yang tertulis didalam buku KBBI. Lalu apakah perangkat – perangkat unsur tersebut ? yah tentu bisa apa saja yang bisa membentuk suatu sistem. Misalkan Sistem Kordinasi dalam tubuh. Dalam tubuh kita terbentuk dari suatu – suatu organ yang membentuk dalam sistem kordinasi. Dan apabila ditanyakan apa perangkat –perangkat yang membentuk suatu sistem kordinasi dalam tubuh kita adalah Otot, Darah, Hormon, otak, maupun tulang punggung. Sama pula seperti tubuh kita, sebuah komputer juga harus memiliki organ – organ pembentuk suatu sistem kordinasi tersebut yang akan kita bahas setelah pembahasan “Sistem” ini.

Elemen sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :

1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
Generasi Komputer Awal
generasi komputer dimulai semenjak komputer yang diciptakan oleh manusia mulai menggunakan konsep stored program pada tahun 1946. Meskipun sebelumnya sudah bermunculan berbagai jenis komputer, seperti komputer analog pada tahun 1931 oleh Dr. Vannevar Bush di Massachussetts Institute of Technology). Lalu komputer digital elektronik pertama oleh John V Atanasoff yang diselesaikannya pada tahun 1942, komputer-komputer tersebut merupakan pendorong lahirnya komputer generasi pertama.
Generasi Mainframe
Tahun 1946 merupakan awal generasi pertama dari komputer, dimulai dengan dibuatnya ENIAC (electronic Numerical Integrator And Calculator). Komputer pada zaman ini memiliki ribuan tabung hampa untuk satu komputernya, ukuran fisik yang cukup besar, dan membutuhkan tempat yang cukup luas. Umumnya komputer ini digunakan untuk menghitung ketepatan tembakan. Mau tahu cara memprogram komputer ini? Yaitu dengan menghubungkan dan memotong kabel dan serta menggunakan kontak-kontak.
Komputer pada generasi ini masih lambat prosesnya, dan memakan listrik yang cukup tinggi, serta daya simpan masih sedikit. ENIAC sendiri pada waktu itu membutuhkan tempat lebih dari 500 m2, dan menggunakan tabung hampa. ENIAC bukan satu-satunya komputer pada generasi ini. Disamping ENIAC masih ada komputer lain yang muncul, diantaranya yaitu:
- EDSAC (Electronic Delayed Storage Automatic Computer), yang merupakan komputer dengan stored program yang pertama. Komputer ini dibuat oleh ahli matematika John von Neumann dan teamnya. Komputer ini dibuat semenjak pertengahan tahun 1940 dan dioperasikan pada tahun 1949 di Cambridge University, Inggris.
- ACE (Automatic Calculating Engine) yang dibuat oleh Alan M Turing semenjak tahun 1945, komputer ini telah menerapkan penggunaan kartu plong sebagai media untuk input dan output-nya .
- SEC (Simple Electric Computer) merupakan komputer yang menggunakan drum magnetik sebagai penyimpan memorinya. Komputer ini dibuat pada tahun 1950 di Electric Computer Laboratory of Birkbeck College, University of London.
- LEO (Lyon Electronic Office), tahun 1951, merupakan komputer komersial pertama di Inggris.
- EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer), tahun 1952, merupakan komputer stored program pertama yang dibuat oleh Amerika.
Generasi Minicomputer
Komputer pada generasi ini merupakan penyempurnaan dari komputer generasi sebelumnya. Bahasa yang digunakan tidak lagi murni bahasa mesin, namun sudah menggunakan bahasa tingkat tinggi, lebih memudahkan dalam pembuatan programnya. Komponen yang digunakan sudah mulai menggunakan transistor sehingga mampu membuat ukuran komputer tersebut jauh lebih kecil dibandingan dengan komputer pada generasi pertama. Generasi ini merupakan generasi munculnya minicomputer , dan harganya pun jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Komputer yang masuk pada generasi ini adalah:
- PDP-1, yang diproduksi oleh DEC (Digital Equipment Corporation) yang dikenalkan pada tahun 1959,
- PDP-5, merupakan komputer mini pertama,
- UNIVAC III,
- IBM 7070
Generasi Microcomputer
Generasi ini ditanda dengan digunakannya IC (Integrated Circuit) yang mampu menampung beberapa komponen elektronik sekaligus dalam ukuran yang sangat kecil, tentunya dengan hal ini membuat ukuran komputer juga langsung jauh lebih kecil dari komputer generasi sebelumnya, begitu juga dengan penggunaan listrik yang turun drastis. IC sendiri dibuat pertama kali oleh Jack Kilby pada tahun 1958. Komputer yang muncul pada generasi ini diantaranya adalah IBM S/360 yang merupakan komputer generasi ketiga yang pertama. Selain itu juga UNIVAC 1108, NCR seri Century, dlsb. Inovasi yang penting pada generasi ini adalah software compatibility , antar beberapa mesin.
Generasi Internet dan Web Generasi
ini dimulai semenjak tahun 1970, pengunaan Large Scale Integration (LSI) . Pada masa ini bermunculanlah komputer makro (macro computer). Intel mengeluarkan prosesor pertama di dunia yang dikenal dengan Intel 4004 pada tahun 1971. Pada tahun 1977, Apple mengeluarkan personal computernya yang pertama. Generasi ini telah memungkinkan sebuah komputer tanpa software di dalamnya, dan software tersebut harus diprogram dengan menggunakan bahasa assembly. Perkembangan yang terjadi tidak hanya pada mesin komputer itu sendiri, namun juga beranjak kepada jaringan antar komputer. Local Area Network mulai diimplementasikan pada banyak tempat, dan Departemen pertahanan Amerika pun mulai menggunakan Internet Protocol .
Generasi Pervasive Computing
Generasi ini merupakan generasi yang mulai meninggalkan penggunaan komputer desktop. Berbagai teknologi ditemukan untuk mengimplementasikan komputer yang menyatu dengan teknologi lainnya, dalam ukuran yang sangat kecil, dan kemampuan yang cukup pintar. Dimana pada generasi ini, seseorang tidak lagi menggunakan komputer sambil duduk dikursi dan menghadap ke komputer di atas mejanya, karena komputer telah bergabung dengan berbagai perangkat seperti palmtop , handphone , dll. Teknologi ini pun telah mampu menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lainnya dengan menggunakan jalur internet.
Generasi Changing Economics of Computing Pada generasi ini terjadi perubahan ekonomi dari bidang komputasi. Kalau dahulu harga komptuter begitu tingginya, karena ukuran, kemampuan dlsb, pada saat ini harga prosesor, memori dan perangkat lainnya sangat murah. Ditambah dengan diimplementasikannya bioteknologi atau bioinformatik. Dimana pada masa sebelumnya suatu teknologi dianggap belum memungkinkan, pada masa ini sesuatu yang belum mungkin bisa menjadi mungkin. Termasuk keinginan para informatikawan untuk membuat komputer yang lebih bersifat manusia yang mampu mengembangkan dirinya sendiri sesuai dengan kemampuan teknologi pada saat itu.
Setelah mengulang kembali mengenai Sistem Komputer,selanjutnya kita akan membahas mengenai Ilmu Budaya. Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat.
Kata ilmu dalam bahasa Arab "ilm” yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus dimana seseorang mengetahui apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.
  1. Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan karenanya disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
  2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
  3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
  4. Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180ยบ. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

 Kepulauan Indonesia, pada zaman kuno terletak pada jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Letaknya dalam jalur perdagangan internasional ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan sejarah kuno Indonesia. Kehadiran orang India di kepulauan Indonesia memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan di berbagai bidang di wilayah Indonesia.
Hal itu terjadi melalui proses akulturasi kebudayaan, yaitu proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan sama sekali masing-masing ciri khas dari kebudayaan lama.
Pengaruh Budaya Vietnam bagi budaya bangsa Indonesia pada Masyarakat Prasejarah Indonesia
Masuknya kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Kebudayaan tersebut yaitu Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh, dan Kebudayaan India. Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh terdapat di daerah Vietnam bagian Utara dan Selatan.
Masyarakat Dongson hidup di lembah Sungai Ma, Ca, dan Sungai Merah, sedang masyarakat Sa Huynh hidup di Vietnam bagian Salatan. Ada pada tahun 40.000 SM- 500 SM. Kebudayaan tersebut berasal dari zaman Pleistosein akhir. Proses migrasi ke tiga kebudayaan tersebut berlangsung antara 2000 SM-300 SM. Menyebabkan menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar), Mesolitikum (batu madya),Neolithikum (batu halus), dan kebudayaan Perunggu. Terdapat 2 jalur penyebaran kebudayaan tersebut:
1. Jalur barat, dengan peninggalan berupa kapak persegi
2. Jalur Timur, dengan ciri khas peninggalan kebudayaan kapak lonjong. Pada zaman perunggu, kapak lonjong ditemukan di Formosa, Filipina, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya.
Perkembangan budaya di Indonesian sudah cukup bagus. Tetapi masih banyak pula yang harus dibenahi dalam perkembangannya. Banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia, ada dampak positif ataupun dampak negative dari masuknya budaya asing tersebut.
Dampak positif masuknya budaya asing ke Indonesia yaitu menambah pengetahuan budaya kita. Mengetahui budaya asing sehingga kita bisa mengetahui bagaimana budaya tersebut berkembang. Masuknya budaya asing juga bisa dilihat dari segi teknologi , teknologi luar sudah lebih bagus dari teknologi local sehingga kita bisa mengetahui bagaimana kemajuan teknologi sekarang ini. Sehingga masyarakat lebih bersemangat untuk malakukan yang lebih dari hal tersebut.
Dampak negative masuknya budaya asing misalnya, memudarnya budaya Indonesia akibat masuknya budaya asing. Indonesia mempunyai banyak kebudayaan dari segi agama, adat istiadat, kesenian, jangan sampai budaya luar meniru budaya Indonesia dan mengakui budaya Indonesia sebagai budaya mereka seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Dari segi
penampilan, masyarakat Indonesia sudah banyak meniru cara berpakaian masyarakat luar. Hal itu terlihat menurunnya kecintaan terhadap budaya asing karena kebudayaan kita mengandung unsure timur.
Dari dampak positif dan negative dari masuknya budaya asing ke Indonesia, masyarakat Indonesia harus lebih menjaga kelestarian budaya Indonesia sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan sebaiknya masyarakat Indonesia harus bisa mensaring atau filter budaya asing yang masuk ke Indonesia. Lebih meningkatkan budaya Indonesia yang sekarang sudah banyak dikenal oleh negar-negar lain. Ada banyak definisi dari arti kata budaya atau kebudayaan. Seperti misalnya menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan adalah sesuatu yang sangat kompleks. Di dalam budaya ini banyak terkandung bermacam pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat serta kemampuan-kemampuan yang lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan merupakan sarana hasil dari karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Ada banyak alasan mengapa orang sering mengalami kesulitan saat melakukan komunikasi dengan orang yang berhubungan dengan budaya. Karena budaya memiliki arti yang luas. Kebudayaan adalah suatu perangkat yang sangat rumit yang merupakan nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra dan mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri. Dengan demikian budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Ada pendapat yang lain yang mendefinsikan budaya dalam bentuk berikut Definisi Budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Lalu apa bedanya budaya yang diatas dengan arti kata majemuk Kebudayaan ?. Baik kita akan mengulas sedikit tentang hal tersebut .
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Fenomena penggunaan teknologi di berbagai daerah menggambarkan bahwasanya teknologi itu terlepas dari unsur budaya, moral, maupun politik sehingga bisa dipraktekkan di mana saja karena tidak terikat pada sistem nilai budaya lokal tertentu.Bagaimanapun, penggunaan sebuah teknologi harus mengikuti pola aktivitas tertentu yang berkaitan dengan gaya hidup dan perangkat nilai sebagaimana penggunaan snowmobile di Swedia dan Greenland yang berbeda.Benarkah Teknologi Bebas Nilai???Penulis mencontohkan snowmobile sebagai  teknologi yang muncul pada tahun 1960an di Amerika Utara. Saat ini, snowmobile tidak  hanya dikenal di Amerika Utara tapi juga di belahan dunia lain, seperti Swedia, Greenland,  dan Kan ada.Di berbagai lokasi tersebut, snowmobile digunakan dengan tujuan yang berbeda-beda. Di Swedia misalnya, snowmobile digunakan untuk menggembala rusa sementara di Greenland snowmobile bisa menjadi alat transportasi yang digunakan.  Fenomena penggunaan di berbagai daerah ini menggambarkan bahwasanya teknologi itu terlepas dari unsur budaya, moral, maupun politik sehingga bisa dipraktekkan di mana saja karena tidak terikat pada sistem nilai budaya lokal tertentu.Teknologi juga diartikan sebagai benda yang bisa digunakan untuk kebaikan dan kejahatan. Artinya, dampak teknologi itu terkait dengan siapa pemakainya. Tapi apa benar teknologi terlepas dari nilai itu semua? Jika kita melihat teknologi hanya dari prinsip kerja dan mesin yang menyusunnya, maka jawabannya adalah ya, teknologi bersifat netral. Tapi, bila kita mengaitkannya dengan aktivitas manusia, penggunaan, perannya sebagai simbol dari status sosial tertentu, bahan  bakar, spare parts, manajemen usaha, dan keahlian si pemilik maka jawabannya adalah tidak. Bagaimanapun, penggunaan sebuah teknologi harus mengikuti pola aktivitas tertentu yang berkaitan dengan gaya hidup dan perangkat nilai sebagaimana penggunaan snowmobile di Swedia dan Greenland yang berbeda. Berbagai Definisi tentang Teknologi Ada yang melihat teknologi hanya sebatas aspek teknis (technical aspect) yang berkaitan dengan mesin, teknik, pengetahuan, dan cara kerja. Ada juga yang melihatnya terhubung dengan aspek budaya (cultural aspect) karena penciptaan sebuah teknologi tidak lepas dari kepercayaan atau pola berpikir sebagai aspek budaya tiap masyarakat.Diagram 1 dalam chapter tersebut menunjukkan bahwa teknologi seringkali didefinisikan dengan amat sempit oleh banyak orang dimana merekamenganggap nilai budaya dan organisasi adalah faktor eksternal.
Begitulah mungkin dari pendapat sebuah Blog sesorang mengenai fenomena yang berapa pada masa modernisasi tentang kebudayaan dari setiap hal yang dimaksutkan diatas.Jika anda menanyakan kepada saya “Bagaimana fenomena dalam Pemodernisasian Budaya dalam kehidupan sehari –hari ?”. Saya akan menjawam dengan satu kata,yaitu BANYAK. Banyak yang saya maksutkan disini adalah hampir dari semua Fenomena yang berada dalam satu lingkup Pemodernisasian ilmu suatu budaya yang mencakup dari berbagai aspek – aspek Sosial,Ekonomi,Bencana Alam,Maupun dalam budaya dunia sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar